0

Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang - Tips Foto Starburst

Unknown Tuesday, November 15, 2016 , , ,
Tips Foto Starburst : Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang - Apakah anda pernah melihat sebuah foto yang terlihat seperti bintang berpendar yang nampak bersumber cahaya pada malam hari?. Pastinya foto yang di hasilkan tersebut terlihat keren karena menghasilkan efek yang terkesan nyata. Dalam dunia fotografi efek yang digunakan tersebut di kenal dengan nama starburst.
Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang -Tips Foto Starburst
Untuk membuat jepretan yang menghasilkan efek starburst ini anda harus memahami cara membuat bukaan lensa sekecil mungkin. Artinya anda harus menggunakan angka aperture yang besar dengan ukuran f/11-f/22. Tak hanya itu anda juga sebaiknya memanfaatkan lensa yang mempunyai focal length lebih pendek.

Tips foto starburst memang lebih mengedepankan pencahayaan dimana secara fisika cahaya tersebut akan mengalami penyebaran (difraksi) ketika melewati celah sempit pada lensa. Sifat penyebaran inilah yang membuat sumber cahaya yang di hasilkan dari sinar matahari, bulan, maupun lampu akan terlihat lebih berpendar dan pada tepi akan menghasilkan bentuk seperti lidah. Untuk jumlah yang di hasilkan akan bergantung pada jumlah bilah atau blad aperture dalam lensa yang anda gunakan. Anda bisa melihat dari spek lensa yang anda miliki yang biasanya sudah tertera di bagian menu tombol kamera.

Untuk lebih memudahkan anda dalam membuat efek starburst tersebut pada setiap obyek yang akan anda bidik, berikut tips foto starburst yang bisa anda coba.

1. Perhatikan Setting Kamera

Langkah pertama yang bisa anda coba yaitu dengan memperhatikan settingan pada kamera anda. Jenis foto ini ada bisa menggunakan angka f yang tinggi misalnya f/11 tau bahkan lebih besar. Untuk set ISO anda bisa membuatnya lebih rendah di bawah 400, karena dalam hal ini anda akan memotret long exposure.

Anda bisa menggunakan mode manual juga aperture priority yang harus anda perhatikan angka matering kamera. Jika anda memotret pada malam hari akan ada kecenderungan over exposure atau akan menghasilkan gambar terlalu terang. Untuk itu anda bisa menggunakan exposure compensation yang angkanya bervariasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Anda bisa menggunakan under 1 stop sebagai awal, selanjutnya anda bisa menyesuaikannya.

2. Gunakan Tripod

Memotret saat malam hari dengan menggunakan angka f yang besar dan di atas f/18 membuat shutter speed berjalan sangat lama yaitu di atas 25 detik. Agar lebih main dan tidak membantu proses pembidikan maka tips foto starburst ini sebaiknya anda memakai tripod agar hasil yang didapatkan seperti lukisan graffiti.

3. Setting Fokus

Dengan anda menggunakan angka aperture yang besar, anda tentu tidak terlalu pusing memikirkan fokus. Meskipun begitu, agar lebih aman tips foto starburst anda bisa mengambil titik fokus secara manual. Anda bisa menyetingnya pada bagian infinity.

4. Manfaatkan Highlight Alert Kamera

Anda bisa pula memperhatikan highlight alert pada kamera. Bagian tersebut merupakan peringatan bling-bling yang muncul di LCD saat hendak memotret subyek yang terang.

5. Mulai Memotret

Jika anda belum mendapatkan hasil yang diinginkan, jangan malas untuk menyetting kembali pengaturan di atas.
0

Inilah Teknik Freeze Untuk Membekukan Objek Bergerak

Unknown Sunday, November 13, 2016 , ,
Dalam dunia fotografi pastinya anda tidak asing lagi dengan teknik shutter speed. Shutter up yang anda lakukan secara cepat akan menjadikan gambar yang dibidik dapat di bekukan saat anda memotret kendaraan. Jika anda memperlambat shutter speed anda maka akan membuat hasil foto yang panning sehingga terlihat adanya pergerakan. Untuk itu ada baiknya anda memperhatikan teknik freeze untuk membekukan objek yang bergerak yang akan di ulas di bawah ini.
Inilah Teknik Freeze Untuk Membekukan Objek Bergerak
Secara garis besar, teknik freeze di bedakan menjadi 2 bagian antar lain :

-    Gerakan Cepat

Teknik freeze untuk membekukan objek yang bergerak yang pertama yaitu anda bisa melihat dari gerakan cepat saat anda membidik sasaran. Semakin cepat gerakan yang anda bekukan dalam sebuah foto, maka shutter speed yang anda butuhkan juga semakin cepat.

Sebagai contoh, saat anda ingin membekukan gerakan kendaraan bermotor yang sedang bergerak maka anda bisa menggunakan shutter speed sebesar 1/5000 detik. Namun, jika anda juga dalam keadaan bergerak maka anda juga harus memperhitungkan pergerakan anda terhadap obyek tersebut. Anda bisa mengatur ISO secara auto dan menyetting fokus pada posisi continuous AF. Karena shutter speed yang anda pilih di posisi 1/5000 maka anda bisa memilih aperture sebesar f/2.8.

-    Gerakan Lambat

Bagaimana jika objek yang di bidik tidak secepat gerakan kendaraan yang sedang bergerak?. Untuk gerakan yang dapat di katakana lebih lambat dari gerakan kendaraan yang sedang melaju maka teknik freeze untuk membekukan objek yang bergerak pada keadaan ini yaitu dengan menggunakan shutter speed yang nilainya lebih kecil.

Misalnya anda bisa mencoba shutter speed di angka 1/400 saat anda ingin membekukan gerakan orang yang sedang berlari. Mengapa nilai shutter speednya di buat lebih kecil? Hal ini dikarenakan bahwa gerakan berlari tidak secepat kendaraan yang sedang bergerak. Di tambah lagi jika posisi anda saat mengambil gambar tersebut dalam keadaan diam. Jika saat mengambil gambar anda dalam keadaan bergerak maka anda dapat menambah nilai shutter speednya menjadi lebih tinggi.

 Meskipun tidak ada standar resmi yang menyatakan bahwa nilai shutter speed yang di butuhkan untuk membekukan gerakan, karena hal tersebut juga di pengaruhi oleh kecepatan objek dan faktor pendukung lain. Sehingga kesimpulan dari teknik freeze untuk membekukan objek yang bergerak yaitu jika objek yang berada dalam kecepatan tinggi maka shutter speed yang digunakan pun juga harus semakin besar. Semakin cepat objek yang akan di bidik maka nilai shutter speed akan semakin tinggi untuk bisa mendapatkan shutter speed yang cepat.

Perhatikan pula, jika posisi anda dalam keadaan bergerak maka nilai shutter speed yang dibutuhkan juga akan semakin tinggi. Tak hanya itu, anda juga harus memperhitungkan jarak objek anda, semakin dekat dengan objek maka nilai shutter speed yang di butuhkan juga harus semakin tinggi.
0

Tips Membeli Kamera DSLR Bekas

Unknown Friday, November 11, 2016 , , ,
Perhatikan Beberapa Tips Membeli Kamera DSLR Bekas Ini Agar Lebih Aman - Sebelum membeli barang elektronik yang bagus dan berkualitas, memang tidak lepas dari ketelitian. Banyak orang yang berpendapat bahwa jika ingin mendapatkan produk yang bagus dan berkualitas tinggi maka harga yang harus di keluarkan juga harus tinggi alias lebih mahal. Tidak dapat di pungkiri bahwa memang rata-raya jika suatu produk dengan kualitas yang bagus maka harga yang dibandrol juga mahal. Namun sebenarnya, tidak semua produk dengan harga mahal mempunyai kualitas barang yang bagus, begitu juga sebaliknya barang dengan kualitas yang bagus belum tentu dibandrol dengan harga mahal.


Dalam membeli sebuah produk, yang terpenting yaitu anda harus mempunyai keahlian dan dibutuhkan ketelitian dalam membeli produk yang diinginkan tersebut. Bagi anda yang membeli barang elektronik terutama kamera bekas berikut tips membeli kamera DSLR bekas yang bisa anda pilih.

1. Kondisi Body

Hal yang paling mudah untuk tips membeli kamera DSLR bekas yaitu dengan memeriksa dari tampilan body kamera tersebut. Anda bisa memeriksa apakah pada body tersebut terdapat bekas tanda pemakaian yang biasanya terdapat pada pojok body. Periksalah apakah pada body tersebut apakah terdapat goresan, periksa pula bagian LCD hotshoe flash juga bagian strap (tali kamera) yang masih berfungsi atau sudah tidak layak.

2. Periksalah Flash Kamera

Untuk mengeceknya anda bisa memeriksa fungsi flash dengan cara menekan tombol flash maka akan muncul hardware pada flash. Tips membeli kamera DSLR bekas dari segi flash ini anda bisa mencoba memotret kamera dengan menggunakan flash tersebut. Perhatikan apakah flash tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak. Kemudian anda bisa melihatnya dari hasil jepretan dari flash tersebut.

3. Tombol Kamera

Anda juga bisa memeriksa apakah tombol kamera masih lengkap atau terdapat tombol yang sudah berfungsi atau bahkan rusak. Langkah selanjutnya anda bisa mengecek fungsi dari tombol tersebut apakah masih mulus atau sudah mati. Jika anda mendapati kamera dengan beberapa tombol yang sudah tidak berfungsi dengan baik, maka sebaiknya anda tidak mengambil kamera tersebut. Hal ini dikarenakan untuk meminimalisir pengeluaran biaya untuk memperbaiknya ke tempat servis.

4. Kondisi Lensa

Untuk bagian kamera yang satu ini, anda bisa memperhatikan secara teliti pada bagian karet lensa. Perhatikan apakah karet lensa tersebut masih berfungsi secara kencang ataukah tidak. Periksa juga apakah hasil dari foto tersebut masih berfungsi dengan baik atau kah tidak. Lihat pula pada bagian dalam kamera apakah terdapat kotoran, debu atau jamur. Hal ini tentu akan mempengaruhi ketajaman foto.

5.  Kondisi Baterai

Baterai ini merupakan salah satu elemen yang penting untuk di perhatikan sehingga tips membeli kamera DSLR bekas ini harus benar-benar tidak boleh terlewatkan. Jika baterai kamera tersebut bermasalah, lama-kelamaan kamera juga pasti tidak akan nyaman untuk digunakan. Anda bisa memeriksa terlebih dahulu apakah baterai tersebut masih normal ataukah sudah drop. Tanyakan pula apakah baterai tersebut masih original ataukah sudah diganti.
0

Cara Untuk Meningkatkan Kemampuan Fotografi

Unknown Wednesday, November 9, 2016 , , ,
Lakukan Cara Untuk Meningkatkan Kemampuan Fotografi Ini Agar Memudahkan Pengambilan Foto Terbaik - Mempunyai kecintaan terhadap dunia fotografi memang merupakan hal yang menyenangkan. Selain dapat mengabadikan foto dan momen terbaik, ternyata hobi yang satu ini juga tengah di minati oleh banyak kalangan. Bagaimana tidak, dengan hanya memotret subjek dan menjadikannya foto yang menarik maka foto tersebut dapat menghasilkan uang sehingga dapat menambah penghasilan anda.
Sudah menjadi hal yang wajar di lakukan untuk selalu belajar menggali potensi, begitu juga dengan fotografi. Banyak materi yang musti di pelajari lebih jauh lagi termasuk juga untuk melatih keahlian “mata” fotografi.
Untuk memulai pembelajaran tersebut, anda bisa mencoba dengan melakukan cara untuk meningkatkan kemampuan fotografi seperti di bawah ini.

1.Mengorganisasikan Secara Rapi

Langkah pertama yang bisa diambil ini penting untuk dilakukan karena banyak dari para fotografer sudah menguasai namun lupa untuk menggunakannya. Ketika mereka akan mencobanya kembali anda merasa kesulitan karena file tidak terorganisasi dengan baik.

Sehingga, cara untuk meningkatkan kemampuan fotografi yang harus anda lakukan pertama kali yaitu dengan belajar secara runtut sehingga akan terorganisasi dengan rapi. Terdapat 2 cara untuk bisa mengorganisasikan informasi fotografi supaya lebih rapi yakni dengan cara tradisional (ditulis secara manual) atau menyimpannya dalam bentuk soft copy. Soft copy yang dianjurkan yaitu dengan menggunakan Google doc karena bisa diakses dari URL manapun.

2.Mendapatkan Sumber Yang Terpercaya

Semakin majunya teknologi, maka cara untuk meningkatkan kemampuan fotografi bisa anda akses melalui konten blog maupun youtube yang berhubungan dengan fotografi. Anda bisa sesering mungkin mengakses konten dengan mengupdate di berbagai artikel. Manfaatkan Google untuk membantu menjawab pertanyaan anda seperti perbedaan untuk ISO dan white balance.

3.Praktek

Setelah mendapatkan beragam teori dari Google maka langkah selanjutnya yaitu anda bisa menyediakan waktu untuk mempraktekkannya. Gunakanlah kamera paling tidak 15 menit setiap harinya untuk melatih kecakapan dan kecintaan seputar dunia fotografi.

4.Belajar Editing

Sudah menjadi kesatuan bahwa fotografi sangat identik dengan proses editing untuk memberikan sentuhan akhir supaya lebih terlihat menarik. Namun masalahnya tidak semua orang bisa mengedit foto dengan baik. Padahal proses ini sangat bermanfaat seperti melakukan cropping untuk memperbaiki posisi subjek. Tak hanya itu saja, cara untuk meningkatkan kemampuan fotografi dengan bantuan editing yang cukup sering dilakukan yaitu proses masking yang berfungsi untuk menonjolkan subjek atau penggantian background. Untuk software yang umum digunakan yaitu photoshop dan light room.

5.Kenali Peralatan Kamera Anda

Kebanyakan orang berpikir bahwa mendapatkan kamera terbaik yaitu dengan memilih kamera dengan harga termahal. Padahal, terdapat fotografer handal yang menggunakan kamera murahan dibandingkan dengan para fotografer amatiran yang menggunakan kamera  berkualitas.

Namun yang terpenting, dalam membuat foto terbaik yaitu dengan menjaga peralatan kamera dengan baik. Karena hal ini sangat bermanfaat untuk menghadapi kondisi minim cahaya, mengatur auto fokus yang lebih baik dan menghasilkan bokeh yang lembut kebulatan.
0

Kenali Perbedaan Objek dan Subjek Dalam Fotografi

Unknown Saturday, November 5, 2016 ,
Kegiatan memotret merupakan proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar untuk membidik objek yang akan di bidik yang selanjutnya menekan tombol shutter yang terdapat pada kamera. Namun fotografi merupakan seni yang lebih mengedepankan hasil yang maksimal dengan melakukan berbagai rentetan tahap. Mengapa harus bertahap? Ya, memotret supaya dapat menghasilkan gambar yang menarik yaitu diperlukan pemahaman, mau belajar dan mempraktekkannya.
Kenali Perbedaan Objek dan Subjek Dalam Fotografi
Dalam menciptakan sebuah karya foto yang keren dan berseni tinggi, maka hal pertama yang harus anda perhatikan yaitu anda harus mempunyai ide atau konsep yang benar-benar matang supaya anda nantinya tidak mengalami kesulitan saat memperaktekkanya. Tak hanya menerapkan ide, ternyata memahami tentang pencahayaan, ketajaman dan komposisi juga penting untuk di lakukan.

Antara objek dan subjek ini memang saling berkaitan satu sama lain. Memang hal yang satu ini terdengar sepele karena kedua kata tersebut mempunyai artian yang hampir sama sehingga banyak dari mereka justru mengabaikannya.

Objek dan subjek sebenarnya bukan merupakan soal teknik, akan tetapi dengan mengerti apa yang dimaksud dengan kedua kata dalam fotografi tersebut akan membuat anda bisa memahami setiap pembahasan mengenai fotografi saat menggunakan kata tersebut. Baik saat dipergunakan ketika berada dalam komunitas atau saat mengobrol kecil dengan teman anda.

Seperti di ketahui bahwa orang awam tentu belum memahami betul apa itu perbedaan objek dan subjek dalam fotografi. Banyak orang yang beranggapan bahwa kedua kata tersebut mempunyai artian yang sama. Untuk objek sendiri bisa dikatakan sebagai adegan yang di kemas dalam skala yang besar. Sebagai contoh, misalnya anda tengah memotret sebuah desa. Dalam gambar tersebut menunjukkan bahwa desa tersebut terdapat sawah, pegunungan, rumah dan petani. Dengan demikian maka objek foto tersebut yaitu pedesaan.

Untuk subjeknya adalah komponen yang berskala kecil yaitu apa yang terdapat dalam objek seperti sawah, gunung , sungai dan lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa objek juga seperti pegunungan, hutan, pantai dan wisata.

Sebenarnya, perbedaan objek dan subjek dalam fotografi ini mudah untuk anda kenali. Terlebih jika anda merupakan seseorang yang mau belajar dan tidak mudah puas untuk selalu meningkatkan keahlian dalam berfotografi. Tak hanya objek dan subjek saja, ternyata ada satu hal yang paling menonjol diantara subjek lainnya yang dijadikan sebagai detail atau bahan spesifikasi adegan.
Lalu bagaimanakah cara yang digunakan untuk menilai subjek mana yang paling menonjol?. Para ahli fotografi sepakat bahwa subjek utama yaitu subjek yang paling menarik perhatian orang saat pertama kali melihat foto anda tersebut. Oleh sebab itulah subjek yang paling menonjol yang biasanya dikenal dengan istilah POI (Point Of interest).

Sekarang anda sudah mengetahui bukan apa itu objek dan subjek dalam fotografi?. Semoga setelah membaca artikel ini dapat memudahkan anda untuk membedakan apa itu subjek dan objek dalam sebuah foto.
0

Cara Mendapatkan Foto Landscape Yang Super Tajam

Unknown Friday, November 4, 2016 , ,
Untuk mengambil gambar pemandangan maupun view yang cenderung meluas, para fotografer umumnya menggunakan teknik pengambilan gambar secara landscape. Namun ternyata kebanyakan mereka atau mungkin anda sendiri belum memahami betul mengenai cara mendapatkan foto landscape dengan tampilan yang super tajam.
Cara Mendapatkan Foto Landscape Yang Super Tajam

Pada dasarnya untuk mendapatkan hal tersebut cukup sederhana yaitu dengan menghindari adanya getaran saat shutter terbuka, memilih aperture dan fokus yang tepat. Untuk anda yang ingin belajar tentang pemahaman seputar teknik pengambilan gambar landscape, berikut cara mendapatkan foto landscape yang super tajam.

1. Gunakan Lensa Wide Angle Berkualitas Tinggi

Langkah pertama yang bisa anda lakukan sebagai cara mendapatkan foto landscape yakni dengan memasang filter circular polarizer (filter CPL) pada lensa anda. Ketika anda mendapati lensa yang murah maka kamera anda akan melakukan defocus ketika anda memutar filter (CPL). Saat anda mendapati fokus yang sempurna pada komposisi landscape anda dan ingin memutar filter CPL yang terpasang pada lensa, maka lensa akan kehilangan fokusnya karena adanya gerakan dan tekanan saat memutar filter. Oleh sebab itu, perlu diingat bahwa anda harus melakukan pemfokusan kembali sebelum menekan tombol shutter.

2. Gunakan Tripod Yang Kokoh Dengan Ball Head Yang Kuat

Anda harus memastikan posisi center column berada pada posisi yang paling rendah. Anda juga bisa pula meletakkan pemberat misalnya dengan tas kamera sehingga kekuatan tripod lebih stabil.
Cara mendapatkan foto landscape juga harus memastikan bahwa ball head harus dalam keadaan terkunci kuat setelah anda melakukan komposisi pada foto tersebut. Ada baiknya anda juga mematikan fitur images stabilizer dan vibration reduction pada lensa saat penggunaan tripod.

3. Fokus Pada Jarak

Sebisa mungkin anda jangan memfokuskan objek yang dekat dengan posisi anda. namun cara mendapatkan foto landscape yaitu anda harus terfokus pada objek yang berada setengah jarak sampai dengan infinity. Anda bisa menggunakan teknik hyperfocal distance untuk bisa mendapatkan foto landscape yang tajam yang bisa anda dapatkan dari foreground hingga ke background.

4. Pilih Aperture dari Mid Range Sampai Aperture Sempit

Hal ini cukup penting dilakukan untuk anda yang menginginkan foto landscape agar terlihat tajam dari depan hingga ke belakang bahkan sampai keseluruhan frame. Cara mendapatkan foto landscape yang harus anda lakukan yaitu dengan memilih aperture dengan depth of field yang lebar.
Jadi, anda bisa memilih aperture mulai dari f/11 atau f/16 tergantung dengan seberapa dekat jarak anda dengan foreground. Hindari penggunaan aperture yang sempit seperti f/22 karena akan membuat foto kurang tajam karena terkena difraksi cahaya.

5.    Gunakan Mode Live View

Apabila anda mempunyai kamera DSLR dengan optikal viewfinder, maka sangat di rekomendasikan untuk menggunakan mode live view serta gunakan pemfokusan manual pada lensa supaya mendapatkan fokus yang tajam.
0

Tutorial Dasar Teknik Fotografi Malam

Unknown Wednesday, November 2, 2016 , , ,
Begini Tutorial Dasar Teknik Fotografi Malam Yang Perlu di Perhatikan - Berbicara mengenai dunia fotografi memang tidak ada habisnya. Mengapa? Seperti anda ketahui bahwa saat ini tidak ada seorang fotografer saja yang bisa menciptakan foto yang begitu bagus dan keren. Hanya bermodalkan kamera kompak dan DSLR anda pun bisa mengabadikan beberapa momen-momen penting agar bisa menghasilkan jepretan yang memuaskan.
Tutorial Dasar Teknik Fotografi Malam
Tutorial Dasar Teknik Fotografi Malam
Pada kamera digital, memiliki rentang kecepatan atau shutter yang cukup panjang untuk bisa mengambil gambar dalam keadaan cahaya yang rendah, terutama saat mengambil foto di malam hari. Pada dasarnya, persyaratan yang harus anda miliki untuk bisa menghasilkan jepretan yang bagus yaitu anda harus sedikit memahami tentang pengetahuan metering. Selain itu, pastikan alat yang digunakan juga harus memadai sebagai pendukung hasil nantinya.

Untuk membantu anda menghasilkan jepretan yang dinginkan, berikut tutorial dasar teknik fotografi malam yang harus anda ketahui sebelum mempraktekannya.
  1. Setting Kamera Anda
Tutorial dasar teknik fotografi malam yang pertama yaitu anda bisa memulainya dengan mematikan flash otomatis pada kamera anda. Setelah memastikan flash kamera dalam posisi off maka langkah selanjutnya anda harus membuat kamera anda dalam keadaan stabil.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat kamera menjadi stabil. Yang paling umum dan mudah dilakukan yaitu dengan menggunakan tripod. Anda bisa memilih tripod yang bisa anda sesuaikan dengan berat kamera dan lensa anda. Jika terpaksa harus mengambil foto dengan hand held (tanpa tripod) yang kemungkinan akan menghasilkan gambar yang blur karena shutter speed yang terlalu maka, maka tutorial dasar teknik fotografi malam yang harus anda lakukan yaitu dengan menyetting ulang ISO  agar bisa mendapatkan kecepatan shutter yang lebih pendek sehingga dapat meminimalisir blur.
  1. White Balance
Selain Iso, tutorial dasar teknik fotografi malam juga harus memperhatikan settingan white balance. Biasanya untuk hasil bidikan pada malam hari akan menghasilkan warna casts. Warna ini akan menghasilkan warna yang tidak tepat apabila anda tidak mengatur white balance dengan benar. Anda bisa mengatur white balance ke auto secara default sehingga sebagian besar akan menghasilkan gambar yang cukup baik saat menyeimbangkan suhu cahaya pada sebuah foto.
  1. Ide Obyek Fotografi Malam
Jika obyek yang anda bidik berupa kendaraan bermotor bercahaya yang bergerak anda bisa menggunakan kecepatan shutter lambat tanpa menggunakan flash. Tutorial dasar teknik fotografi malam ini akan menghasilkan sapuan warna yang hidup. Hal ini dikarenakan adanya efek jejak cahaya atau light trail yang panjang dan juga berwarna-warni. Anda bisa mengkombinasikannya dengan sudut rendah (low angle) maupun dari sudut pandang kreatif lainnya.

Lainnya jika hasil yang anda bidik adalah lampu neon. Pada obyek ini akan memberikan pelajaran mengenai warna-warna yang sangat baik. Namun anda tetap harus berhati-hati, hindari melakukan metering secara langsung di salah satu lampu yang terang. Hal ini dikarenakan bisa menghasilkan foto pada bagian lain menjadi lebih gelap. Dan sebaliknya, anda harus menghindari metering pada area gelap karena aka menghasilkan bagian foto yang lain menjadi terlalu terang
 
Copyright 2016 KAMERA